Selasa, 30 Januari 2024

Harga minyak naik seiring para pedagang memantau konflik Timur Tengah


Crude Oil (WTI) berusaha untuk mempertahankan kenaikan nya di atas $76 per barel. 
Crude oil mengalami penurunan yang sangat panjang semenjak 28 September 2023 di harga $94,99 per barel turun hingga $67,74 per barel pada tanggal 13 Desember 2023. Hal ini disebabkan karena jumlah permintaan yang menurun dan juga jumlah pasokan yang berlimpah. 

Sampai dengan terjadinya konflik di laut merah pun tidak berdampak signifikan terhadap kenaikan harga Crude Oil, kenaikan tertahan di harga $74 hingga $75 per barel di awal Januari 2024. Hal ini disebabkan oleh pengaruh geopolitik, meningkatnya peran gas alam ditambah lagi dengan peran energi terbarukan yang terus meningkat. 

Di tanggal 29 Januari pun Crude Oil hanya mampu menembus di harga $79,25 dan mulai kembali koreksi sampai hari ini. 

Kemungkinan besar koreksi di area demand terdekat yaitu di kisaran $76,30 karena faktanya Saudi Aramco baru saja mengatakan pihaknya tidak akan berusaha meningkatkan produksi hingga 13 juta barel per hari. Kemungkinan terburuk di hari ini koreksi hanya sampai di kisaran harga $75,30 jika dipaksakan untuk di perdagangkan di bawah $76 per barel.

Jika memang terjadi, besar kemungkinan Crude Oil bakal diperdagangkan di harga $73,30 hingga $74,80 jika dia tembus sampai $75.

Oleh : Gampang Cuan Community
Disclaimer On


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gejolak Laut Merah Memperketat Pasar Minyak Karena Penundaan Berlanjut

# Sebanyak 100 kapal tanker yang membawa sekitar 56 juta barel minyak mentah dan bahan bakar telah dialihkan dari Laut Merah. # ...